- Pelayanan Prima Tak Datang Sendiri
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan II dan III
- Rekapitulasi Penyampaian LHKAN
- Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi
- Kawal Kesehatan Calon Jemaah Haji
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan I
- Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447
- Mudik Sehat, Lebaran Nyaman Bersama
- BKK Tanjungpinang Gerakan ASRI (Aman Sehat Resik Indah)
- Memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026
Pelayanan Prima Tak Datang Sendiri

Pelayanan Prima Tak Datang Sendiri, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang Wilayah kerja Dabo Singkep Ajak Publik Berdiskusi

Pelayanan publik sering kali dinilai dari hal yang sederhana. Apakah prosedurnya jelas, apakah petugasnya membantu, dan apakah persoalan yang disampaikan masyarakat benar benar mendapat perhatian?
Pertanyaan semacam itu menjadi bagian penting dalam Forum Komunikasi/Konsultasi Publik yang digelar Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang Wilayah Kerja Dabo Singkep di Pondok Tanjung, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Rabu (21/10/2026).
Baca Lainnya :
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan II dan III 0
- Rekapitulasi Penyampaian LHKAN 0
- Perkuat Ketahanan Kesehatan, BKK Tanjungpinang Gelar Reviu Rencana Kontinjensi KKMMD di Lagoi0
- Kawal Kesehatan Calon Jemaah Haji0
- INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Triwulan I0
Forum tersebut mempertemukan penyelenggara layanan, pengguna jasa, dan sejumlah instansi untuk berdiskusi mengenai pelayanan yang sudah berjalan. Bukan sekadar berkumpul, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyampaikan masukan, mengevaluasi kendala, dan mencari jalan keluar.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjungpinang bapak Yoyok Dwi Santoso, SKM, M.Kes mengatakan masukan publik dibutuhkan agar kualitas pelayanan terus diperbaiki. Ia didampingi Koordinator Wilayah Kerja Dabo Singkep bapak Jubaidillah, SKM, M.M saat menyampaikan keterangan kepada wartawan.
“Kami bersama-sama kawan-kawan di wilayah kerja Dabo Singkep terus mengidentifikasi permasalahan sekaligus mencari jalan keluar yang tujuannya kepuasan masyarakat,” ujar Kepala Balai. Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi menyimpan pekerjaan yang tidak selalu mudah. Mengidentifikasi masalah berarti bersedia mendengar keluhan. Mencari jalan keluar berarti tidak berhenti pada catatan rapat.

Sementara mengejar kepuasan masyarakat membutuhkan tindak lanjut yang bisa dirasakan, bukan hanya terdengar baik saat forum berlangsung. Apalagi, pelayanan kekarantinaan kesehatan tidak berdiri sendirian. Ada koordinasi dengan instansi lain, ada prosedur yang harus dipenuhi, dan ada pengguna jasa yang membutuhkan pelayanan sesuai keperluannya.
Karena itu, forum tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, RSUD Dabo, UPBU Kelas III Dabo Singkep, UPP Kelas III Dabo Singkep, Dinas Perhubungan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, serta sejumlah pengguna layanan. Keterlibatan berbagai pihak membuka ruang bagi persoalan pelayanan untuk dibicarakan dari sudut pandang yang berbeda. Sebab, masalah yang dirasakan pengguna jasa belum tentu terlihat sama dari balik meja penyelenggara. Namun, forum konsultasi publik tentu bukan garis finis. Masukan yang terkumpul perlu diterjemahkan menjadi evaluasi dan perbaikan nyata.
Tanpa tindak lanjut, diskusi yang panjang hanya akan berakhir sebagai dokumentasi kegiatan. Harapannya, forum di Dabo Singkep ini tidak berhenti pada pertukaran pendapat. Pelayanan yang lebih baik justru dimulai setelah peserta kembali ke tempat kerja masing masing, ketika masukan masyarakat diolah dan persoalan yang ditemukan mulai diselesaikan. Sebab, pelayanan prima bukan sekadar istilah yang enak dicantumkan dalam laporan. Ukurannya adalah pengalaman masyarakat saat benar benar membutuhkan layanan tersebut.
Penulis: Akhlil
.png)




.png)
